Jatuh cinta, pasti setiap orang pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Apalagi kalau cintanya terbalas, seakan dunia hanya milik berdua. Kalau keduanya sudah sama-sama suka, kata pacaran pun tak dapat dihindarkan.
Apa yang terjadi jika salah satu merasa bosan, atau ada orang ketiga? Gelisah, galau, merana menjadi makanan sehari-hari. Kalau sudah begitu, yang rugi siapa? Siapa suruh pacaran? Mereka yang sakit hati kadang tidak terkontrol sampai ada yang bunuh diri, dosa dampaknya. Serem, ya?
Dalam quotesnya Tere Liye, penulis favoritku mengatakan: "Jadi jomblo itu jelas lebih baik, lebih oke, dari pada punya pasangan tapi kerjaannya ribut, curhat, galau, baper melulu di media sosial. Rugi waktu, rugi pikiran, rugi dompet pula." Nah, kalau begini siapa yang rugi? Sama-sama rugikan."
Jomblo, tidak semuanya ngenes ada juga yang happines. Jomblo, hidupnya juga selalu aman. Dan tahukah kamu, saat cinta tak dapat memiliki. Masih ada cinta yang lain, cinta dari Sang Maha Cinta.
Kadang memang aku selalu bertanya, kenapa harus aku, yang perjalanan cintanya tidak seindah mereka. Tetapi aku merasa Allah mencintaiku. Dia mengujiku dengan cinta-Nya. Apakah aku lebih cinta kepada-Nya atau cinta kepada makhluk-Nya.
Hal itu lah yang membuatku malu pada Rabbku. Amalku cacat, ibadahku berpenyakit tetapi karunianya sangat-sangat sempurna. Oleh karena itu, pacaran banyak ruginya, merugikan diri sendiri dan orang lain yang menjadi pasangannya, itu menurutku.
Dalam Al-qur'an juga disebutkan, " Manusia itu diciptakan berpasang-pasangan." Toh, semua manusia sudah ada pasangannya kan? Tinggal kitanya saja mau memperbaiki diri atau tidak? karena, wanita yang baik itu untuk lelaki yang baik, begitu juga sebaliknya lelaki yang baik untuk wanita yang baik.
Kesimpulannya sebenarnya jodoh itu tidak jauh-jauh dari cerminan diri sendiri, seperti apa dirinya begitulah yang akan menjadi jodohnya. Jadi, mari kita memperbaiki diri saja dulu. Selain untuk mendapatkan jodoh yang baik, kita juga akan mendapatkan cinta-Nya.
Bukan bermaksud membuat kalian yang sudah punya pacar terus putus, bukan begitu juga. Tetapi, memang lebih bagus mencintai dalam diam dan semoga dipertemukan dalam ikatan cinta yang halal nantinya.