Minggu, 09 Oktober 2016

APA TARGET HIDUPMU?

Setiap manusia pasti mempunyai target. Apa targetmu dalam hidup ini, usia berapa dan mengapa? Mengapa aku harus mempunyai target.

Pernahkah, kamu terpikir bagaimana kehidupanku jika tua nanti? Apakah aku akan bahagia atau apakah aku bisa membahagiakan orangtuaku?

Pertanyaan-pertanyaan di atas pernah terpikir olehku. Dan apa yang kulakukan. Aku berusaha untuk menjadi lebih baik.

Targetku hanya satu mencapai keridaan Allah. Karena tidak ada cita-cita yang lebih tinggi selain keridaan-Nya. Kalau Allah sudah rida pasti semua akan menjadi mudah.

Kadang aku ingin cepat-cepat tua. Tapi aku juga khawatir semuda ini saja masih sering mengeluh, tua nanti bagaimana? Masih banyak yang harus dibenahi.

Orang bijak pernah berkata, "Perubahan zaman akan menghancurkanmu, apabila wawasan dan ilmumu tidak bertambah dan berubah lebih cepat dari perubahan tersebut."

Jadi mari memperhebat kemampuan kita dengan banyak membaca, menambah ilmu dan mempelajari apa saja yang ada di sekitar kita. Karena Allah tidak akan mengubah keadaan kita, jika bukan kita yang mengubahnya.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka.  (QS. 13 : 11)

Mulailah kehidupan ini dengan lebih baik dan selalu ada harapan untuk menjadi lebih baik, bagi mereka yang percaya.

Jika bukan diri kita yang memulai siapa lagi?  kitalah yang berhak atas diri kita, bukan dia atau mereka. Kita mau bagaimana?  Begitu-gitu saja atau begini begitu? Kitalah yang menentukan.

Beberapa waktu lalu saya menonton video motivasi yang diputar pimpinan saya di kantor, judulnya "Gini Gitu dan Gitu Gitu."

Dalam video itu ada dua tokoh, Mr. Gini Gitu dan Mr. Gitu Gitu. Lima tahun berlalu, Mr. Gini Gitu sudah merenovasi rumah menjadi lebih besar. Sedangakan Mr. Gitu Gitu rumahnya masih begitu-gitu saja.

Sepuluh tahun berlalu, Mr. Gitu Gitu kontrak kerjanya diperpanjang perusahaan. Sedangkan Mr. Gini Gitu sudah bisa berlibur bersama keluarganya ke Hawai.

Apa yang dilakukan Mr. Gini Gitu sehingga dia bisa mencapai target di masa tuanya?

Dia berani melakukan perubahan dalam dirinya. Saat muda, dia selalu melakukan hal begini dan begitu. Dia selalu berani keluar dari zona aman. Bahkan mungkin, pun dia tidak tahu apa yang dilakukannya bisa membawa perubahan atau tidak. Tetapi dengan tekad dan keyakinannya dia menjadi berhasil.

Tidak seperti Mr. Gitu Gitu, dia selalu melakukan hal yg itu-itu saja. Tidak berani ambil tindakkan yang begini, dia merasa nyaman dengan keadaannya sekarang sehingga kehidupannya pun begitu-gitu saja.

Begitulah hidup, jika tidak ada perubahan apakah bisa mencapai yang kita inginkan? Hidup ini harus ada perubahan, harus ada target. Usia berapa dan bagaimana mencapainya.

Tentu hal tersebut dapat tercapai dengan kehendak Allah. Oleh karena itu kita harus  mengerjai apa yang Allah rida dan pasti target tersebut akan dengan mudah kita dapat.

Kita bisa mulai memperbaiki diri menjadi lebih baik dengan cara perlahan-lahan. Yang pertama biasakan bangun pagi dan berolahraga dan seterusnya terserah anda. Ubahlah pola hidup untuk menjadi yang lebih baik.

Jadi orang baik itu, selalu aman.  Tidak seperti di sinetron, jangan percaya sinetron orang baik selalu di tindas. Tetapi walaupun awalnya ditindas pada akhirnya dia bisa berbahagia juga. Bukan begitu?

Tere Liye juga pernah berkata, " Tidak apa sering sakit hati, dilupakan, ditinggalkan banyak orang besar lahir dari sakit hati. Pastikan saja kita selalu bergerak menjadi lebih baik, belajar dari sakit hati dan hinaan orang lain."

Tapi jangan juga tunggu dihina baru berubah, jangan begitu. Kalau masih ada kesempatan langsung berubah. Berubah menjadi lebih baik pastinya. Dan ingat selalu bersyukur karena hal yang sering dilupakan adalah bersyukur.

Rasulullah Saw bersabda, " Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta benda tetapi kekayaan yang sebenarnya adalah kekayaan hati." (HR.Bukhori & Muslim)

Hati ia tersembunyi tapi paling merasa, karena hati lebih tinggi dari kepala jika kita sujud. Maka jagalah hati jaga ia agar tetap bersih. Karena hati yang bersih ialah yang senantiasa bersyukur.